SENANTIASA BERSYUKUR

Kejadian Yang Dasyat

#Renungan Harian, 22 September 2020

Bacaan Alkitab: Lukas 19:1-10

Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa kesempatan itu tidak datang untuk kedua kalinya, karena itu jangan pernah disia-siakan.

Seorang atlet yang setiap harinya berlatih keras dan tidak mengenal lelah, ketika akhirnya dikirim untuk mengikuti sebuah kejuaraan pasti akan menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin untuk mengukur kemampuan dan kekuatannya.

Zakheus tidak menyia-nyiakan kesempatan dalam hidupnya, walau semua orang bersungut-sungut terhadap dirinya, Zakheus tetap berjiwa besar.

Perjumpaannya dengan Tuhan Yesus membawa perubahan nyata dalam hidup Zakheus.

Dia yang adalah pemungut cukai, yang suka menarik pajak lebih besar sehingga membuat orang lain sengsara, meninggalkan perilakunya itu dengan mengatakan : “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin.” Bagi Zakheus, keselamatan jiwa yang baru saja diperolehnya dari sang Juru selamat tidak dapat dibandingkan dengan kekayaannya.

Kerelaannya berbagi kasih kepada orang-orang yang membutuhkan adalah wujud ucapan syukur karena pengampuan dan anugerah Tuhan yang besar sudah diterimanya. 

Di hadapan Tuhan, Zakheus memberi kesempatan kepada semua orang mengambil kerugiannya dari Zakheus: “sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.

Bagaimana dengan kita selama ini? Perjumpaan kita dengan Tuhan dalam peribadatan, doa dan persekutuan sudahkah mengubah perilaku kita dalam kehidupan ini?

Perjumpaan yang membawa pembaharuan hidup, sebagaimana dialami Zakheus, kiranya menjadi pengalaman berharga bagi kita orang percaya. 

Jika seseorang mengatakan bahwa dirinya adalah orang Kristen atau murid Kristus yang telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, salah satu tandanya adalah pembaharuan hidup yang ditandai dengan ucapan syukur dan suka memberi. (ab)

BERSYUKUR ADALAH TANDA KITA SUDAH DIPERBAHARUI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *