STT KADESI BOGOR

STT KADESI BOGOR

Kehidupan Rohani

#Renungan Harian, Senin 31 Agustus 2020

Bacaan Alkitab: Yeremia 3:1-12

Bukankah baru saja engkau memanggil Aku: Bapaku! Engkaulah kawanku sejak kecil! Yeremia 3:4

Ada sebuah anekdot mengenai sikap hidup orang kristen ketika ada di gereja dan ada di dunia market place.

Ketika seorang kristen ada di gereja dan beribadah terlihat menyembah dengan sungguh sungguh sampai menangis.

Ada yang sampai lompat-lompat. Bahkan ketika melayani terlihat begitu rendah sampai-sampai malaikat di surga berkata, “Rohani banget orang ini, saya aja kalah.”

Namun ketika tidak di gereja, dia mulai melakukan bisnisnya dengan menipu, suap sana sini bahkan sampai melakukan dosa seksual dan pornografi.

Hidupnya begitu rusak, sampai-sampai iblis berkata, “Jahat banget orang ini, saya aja kalah.”

Perikop ini diberitakan saat Raja Yosia mengadakan pembaharuan rohani bangsanya. Yosia memperbaiki bait Suci dan kembali memulai ibadah di sana dan menyerukan pertobatan nasional.

Ia menyelenggarakan kembali perayaan Paskah yang sudah lama tidak diselengara-kan. Namun pembaharuan rohani itu tidak benar-benar menyentuh hati bangsa Yehuda.

Kegagalan itu digambarkan oleh Yeremia dalam kutipan yang diambil dari hukum Taurat.

Seseorang yang sudah menceraikan istrinya dapat menikah lagi, namun tidak dapat menikahi istri pertamanya lagi jika salah seorang dari mereka sudah pernah menikah lagi.

Yehuda adalah seperti seorang istri yang tidak setia (1-2). Mereka mau berbalik kepada Tuhan, namun Yehuda nampaknya mau berbalik namun tidak dengan kesungguhan hati.

Mereka menganggap bahwa ketidak setiaan mereka dan perzinahan rohani mereka bukanlah masalah besar.

Ini terbukti ungkapan yang mereka katakan: Bapaku, Engkaulah kawanku sejak kecil (4).

Memahami anugerah Tuhan Yesus Kristus memang harus menyeluruh. Memang benar kasih karunia-Nya tidak terbatas.

Ketika kita berdosa, Beliau tetap mau menerima kita, namun pertobatan kita jangan setengah-setengah. Orang percaya tidak boleh menganggap enteng dosa. Jangan sampai kerohanian kita berubah-ubah. (ab)

JANGAN MEMILIKI KEROHANIAN BUNGLON

Sumber Gambar:

  • Kehidupan Rohani – https://bit.ly/2D2vAuF

(5) Comments

  • Titus Tamoes September 1, 2020 @ 1:23 pm

    Memahami anugerah Tuhan Yesus Kristus memang harus menyeluruh🙏🙏🙏🙏

  • Sri Seven September 4, 2020 @ 11:41 am

    Firman Tuhan yang sangat memberkati.
    Tetap setia pada Tuhan tanpa setengah-setengah dan jangan seperti bunglon

  • Femilina Nazara September 5, 2020 @ 2:19 am

    Firman Tuhan sangat memberkati saya,, di mana selalu setia dalam Tuhan jangan ada muka dua maksudnya jika dihadapkan Tuhan atau beribadah dia sungguh-sungguh bernyanyi dan berdoa tapi pas keluar di rumah Nya Tuhan perilaku tidak baik yang keluar. Intinya Melayani dengan sungguh-sungguh.

  • Yulika Priani lase September 7, 2020 @ 5:59 am

    Saya sudah membaca🙏

  • Olen September 12, 2020 @ 3:36 am

    Sy sdh membaca 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *