Pemuda dan Pekerjaan (Pergumulan Mencari Pekerjaan)

WhatsApp Image 2021-04-14 at 13.57.32 (2)

Renungan Harian, 22 April 2021

#Belajar dari Paulus “pembuat kemah,”

Kis.18:3, Matius 6:33

Beberapa tahun yang lalu, seorang mahasiswi Kristen yang takut TUHAN di sebuah kota pada saat menjelang kelulusan, ia ditawari sebuah pekerjaan di sebuah tempat pekerjaan yang cukup dikenal dengan finansial yang menjanjikan.

Namun, dalam pembicaraan tersebut sang mahasiswi ini ditantang untuk meninggalkan kekristenannya.

Karena ia seorang pemudi yang mengasihi Tuhan ia menolak tawaran bekerja dan justru kemudian ia menikah dengan seorang pendeta dan mereka melayani di sebuah desa.

Dalam hal ini, mendapatkan tawaran pekerjaan dengan finasial yang menjanjikan merupakan dambaan bagi setiap kaum muda yang sudah lulus dari sekolah menegah maupun perguruan tinggi.

Namun, dengan masa pencarian pekerjaan telah menjadi salah satu permasalahan yang harus dihadapi sebagian besar pemuda.

Karena sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan justru dapat membawa kepada persoalan-persoalan yang lainnya, seperti:

1. Putus asa, stres

2. Menjadi pengangguran dan menyusahkan orang

3. Menerima dan melalukan pekerjaan yang berkaitan dengan tindak kejahatan

4. Menjual iman Kristen demi sebuah pekerjaan

5. Bekerja di dunia atau lembah hitam

Dalam Kisah Para Rasul 18:3, di sana dikisahkan bahwa Paulus bersama dengan Akwila dan Priskila bersama-sama menjalankan aktifitasnya sebagai tukang kemah.

Paulus seorang Penginjil selain bekerja keras dalam pelayanan dia juga bekerja sebagai tukang kemah sebagai kegiatan selain pelayanan mungkin juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Paulus dalam hal pelayanan tidak sepenuhnya mengharapkan belas kasihan atau pemberian dari jemaat.

Meskipun dia punya hak untuk mendapatkan dukungan finansial dari jemaat-jemaat yang didirikan atau dilayani dan tidak perlu melakukan pekerjaan sendiri.

(Baca Juga: Direncanakan bagi Kesenangan TUHAN)

Belajar dari Paulus dan Matius (Matius 6:33), ada bebrapa hal yang dapat dijadikan sebagai panduan:

1. Mengandalkan Tuhan dalam aktifitas mencari tempat pekerjaan

2. Memikirkan dan mengembangkan “entrepreneur” atau kewirausahaan.

3. Peka terdapat setiap peluang dan kesempatan untuk maju

4. Selalu optimis dan terus berusaha

5. Pikirkan keterampilan apa yang dimiliki

Ekspresi :

Bagaimana sikap saudara bila Saudara diperhadapkan pada dua pilihan, mendapat pekerjaan dengan posisi bagus, tetapi harus meninggalkan iman Kristen.

Atau mempertahan kan iman Kristen meskipun masih sana-sini cari pekerjaan dan tak kunjung dapat?

Evaluasi :

Pernahkan Saudara merenungkan apa tujuan Saudara bekerja? Bagaimana perasaan Saudara ketika mengalami kesulitan atau penolakan lamaran dalam mendapatkan pekerjaan?

Bila hal itu terjadi bahkan berulang-ulang, apakah pernah terlintas dalam pikiran Saudara untuk mulai berwiraswasta atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri?  

Bagi Saudara yang bekerja di ladang Tuhan/melayani Tuhan, apa yang menjadi motivasi Saudara bekerja, apakah untuk mendapatkan banyak uang?

Pernahkah Saudara merenungkan “apakah saya bekerja/melayani untuk mendapatkan uang atau menumpuk kekayaan atau dengan berkat/uang yang ada pada kita, kita melayani Tuhan?

Dalam hal ini Saudara perlu hikmat dan kebijaksaan dari Tuhan.

Penulis: Dr. Ester Yunita Dewi

Sumber Gambar:

  • https://bit.ly/2Phsjxx
  • https://bit.ly/32Iv663

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *