STT KADESI BOGOR

STT KADESI BOGOR

67357967_1537342379736578_8599759501488291840_n

#Renungan Harian, Kamis 27 Agustus 2020

Bacaan Alkitab: Yeremia 1:1-10

“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” Yeremia 1:5

Dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan bukan perkara mudah, apalagi jika suatu ketika harus menyatakan dosa yang dilakukan oleh jemaat.

Banyak orang sepertinya kurang memahami panggilan dan pergumulan batin seorang hamba Tuhan (pendeta/gembala sidang) ketika dia harus menyampaikan firman Tuhan dengan benar.

Ketika Nabi Yeremia dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan, dia mendapat tugas untuk memberitakan penghukuman Tuhan atas bangsanya, tentu saja ini tidak mudah.

Apalagi hukuman yang akan datang itu menggunakan bangsa musuh yang akan menyerang dan menjajah mereka (13-16). 

Apalagi ia masih muda dan belum berpengalaman (6). Namun justru Tuhan memilih dan memakainya.

Tuhan memilih hamba-Nya sejak ia masih dalam kandungan (5). Pemilihan-Nya berdasarkan kasih karunia dan kedaulatan-Nya.

Ketika Tuhan sudah memilih, maka ia juga menyertai (8, 19) dan menyertakan kuasa-Nya (10).

Kuasa membangun kembali yang sudah punah (pohon badam di musim semi menandai berakhirnya musim dingin, 1:12) akan Tuhan wujudkan melalui hukuman-Nya (13).

Dua petunjuk ini mengokohkan hal yang memang sulit itu, “mencabut dan merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan, membangun dan menanam bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan.” Tugas mustahil.

Namun bersama Tuhan, hamba yang setia pasti mampu bagaikan kota dan benteng yang kokoh melawan semua musuh Tuhan (18)

Seorang hamba Tuhan harus bernai untuk merobohkan kesombongan dan kemegahan diri atas perbuatan dosa yang merusak.

Namun dia juga harus membangun kembali pribadi jemaat yang berdasar kan Yesus Kristus.

Sehingga perbuatan besar Tuhan yang menyelamatkan manusia disaksikan dan dinyatakan dalam kehidupan ini. (ab)

JADILAH HAMBA TUHAN YANG SETURUT KEHENDAK-NYA

(4) Comments

  • Sri seven August 27, 2020 @ 3:32 pm

    Benar Firman Tuhan. Menjadi hamba Tuhan bukan lah hal yang paling mudah apalagi berhadapan dengan jemaat, dengan orang² yang berbeda pendapat, dan berbagai perbedaan.
    Tapi Firman Tuhan mengingatkan dan menguatkan bahwa jadilah hamba Tuhan yang sesuai kehendak Tuhan.

  • Femilina Nazara August 30, 2020 @ 7:30 am

    Memang bener ketika kita masih berada dalam rahim Tuhan telah menentukan apa yang lebih baik dari kita. Seperti kita sekarang ini kita adalah orang yang di panggil Tuhan dari orang yang terpanggil. Kita menjadi hamba Tuhan untuk melayani bukan untuk dilayani. Tapi untuk menjadi hamba Tuhan tidak mudah mengapa? Karena banyak sifat apa lagi dalam buah pikiran yang berbeda-beda. Jadi kita sebagai hamba Tuhan harus bisa menjadi hamba yang beriman dan bisa mengambil sebuah keputusan yang bener sesuai dengan firman Tuhan.

  • Yulika Priani lase September 7, 2020 @ 5:23 am

    Firman Tuhan ini sangat memberkati saya

  • Olen September 12, 2020 @ 3:56 am

    sebilah parang sebelum jadi parang berasal dari potongan besi yg keras, utk itu harus dibakar,ditempa berulang ulang kali sehingga jadi lah parang yg dapat digunakan. utk menjadi alat yg berguna ditangan Tuhan secara khusus menjadi hamba Tuhan tdk lah mudah pasti banyak tantangan, tapi jadikan tantangan itu menjadi sebuah semangat kita dlm melayani Tuhan,sehingga kita menjadi hamba yg militan dlm pelayanan yg dipercayakanNya. Percayalah Dia yg memanggil Dia juga yg menyertai🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *