Kehidupan adalah Suatu Penugasan Sementara

Hadir dan Menemani

Renungan Harian, 19 April 2021

Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku dan apa batas umurku,
supaya aku mengetahui betapa fananya aku.

Mazmur 39:5

#3 Kehidupan adalah penugasan sementara.

Untuk memahami bagian ini kita harus mengingat dua kebenaran: Kehidupan amatlah singkat dan bumi hanyalah tempat kediaman
sementara.

Alkitab menggunakan istilah-istilah seperti orang asing, peziarah, pendatang, pengunjung, musafir untuk menggambarkan kediaman kita yang singkat di bumi.

Identitas kita sebenarnya ada di dalam kekekalan dan tanah air kita adalah surga.

Jika kita menyadari hal ini, maka kita akan berhenti cemas untuk “memiliki semuanya” di bumi.

Kita adalah utusan-utusan Kristus di bumi, sehingga kita tidak boleh terikat dengan apapun yang ada di bumi ini.

Dunia sekarang menawarkan begitu banyak kemudahan, kenyamanan, penghiburan dan kepuasan sementara.

Namun jika kita menyadari bahwa kehidupan adalah sementara, suatu kepercayaan dan penugasan sementara, maka semua yang dunia tawarkan akan kehilangan kekuasan atas kehidupan kita.

Oleh karena itu sebagai pengikut atau utusan Yesus Kristus kita harus siap mengalami kesulitan, penderitaan dan penolakan dalam duni ini.

Kita diciptakan untuk sesuatu yang lebih baik, sama seperti ikan tidak akan pernah bahagia jika hidup di daratan.

Seekor elang tidak akan bisa merasa puas jika tidak diijinkan terbang melintasi langit.

Demikian juga kita tidak akan pernah puas dan bahagia selama ada di bumi karena kehidupan kita sesungguhnya yang jauh lebih lama bukan disini.

Namun bersama TUHAN dalam kekekalan. Mengubah secara radikal nilai-nilai kehidupan kita kepada nilai-nilai yang kekal akan menjadi faktor-faktor bagi keputusan-keputusan kita.

[Baca Juga: Memandang Kehidupan dari Sudut Pandang TUHAN]

Kita juga harus menyadari bahwa kesuksesan dan materi yang berlimpah bukan tujuan TUHAN bagi kehidupan kita.

Kehidupan yang berkelimpahan tidak ada kaitannya dengan keloimpahan materi dan kesetiaan kepada TUHAN tidak menjamin keberhasilan dalam karier atau bahkan dalam pelayanan.

Jangan pernah memusatkan perhatian pada mahkota mahkota yang sementara. Paulus setia, tapi dia berakhir di penjara.

Yohanes Pembaptis setia, tetapi dia dipenggal. Jutaan orang mati sebagai martir, kehilangan segalanya atau mencapai ajal tanpa ada hasil apapun,
tetapi akhir kehidupan bukanlah akhirnya.

Bagi TUHAN pahlawan iman bukan yang mencapai kemakmuran, keberhasilan dan kuasa dalam kehidupan ini, melainkan orang-orang yang memperlakukan kehidupan sebagai suatu penugasan sementara dan melayani dengan setia sambil mengharapkan upah yang dijanjikan kepada
mereka di kekekalan.

Kehidupan adalah penugasan sementara, jangan mementingkan hal-hal yang sementara.

Pakailah waktu, tenaga, pikiran dan perhatikan pada apa yang dapat bertahan untuk selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *