STT KADESI BOGOR

STT KADESI BOGOR

1-3-d

#Renungan Harian, Senin 17 Agustus 2020

Bacaan Alkitab: Wahyu 3:14-22

Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar kan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat. Wahyu 3:21-22

Minum teh memang nikmat, namun teh yang nikmat ada dua jenis yaitu teh panas dan teh dingin (es teh).

Teh yang dibuat dengan air dingin atau yang dibuat dengan air biasa atau teh yang sudah dingin jika diminum bisa membuat perut mual bahkan dimuntahkan kembali.

Itulah teh suam-suam kuku/atau teh layu. Jemaat Laodikia disebut Yesus Kristus jemaat yang suam-suam kuku.

Artinya mereka adalah jemaat yang merasa puas diri dengan kehidupan rohani dan tidak menyadari kondisi rohaninya.

Masalah utama jemaat Laodikia adalah kesombongan karena merasa telah memiliki segalanya.

Mereka merasa bahwa kekayaan dan kemakmuran adalah suatu tanda dan bukti bahwa Tuhan berkenan dan memberkati kehidupan mereka.

Dalam keadaan seperti itu, Yesus Kristus sendiri berdiri di luar jemaat, “berdiri di muka pintu dan mengetok.”

Gambaran ini menunjukkan kenyataan yang menyedihkan: Raja Gereja, yang berkuasa penuh atas gereja-Nya tidak diakui lagi otoritas-Nya oleh jemaat Laodikia.

Yesus Kristus mungkin masih dipuja sebagai Tuhan dalam kebaktian dan persekutuan, nama-Nya masih digunakan dalam doa-doa.

Namun, otoritas-Nya tidak berlaku dalam segala aktivitas gerejawi lainnya, juga kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, dan sebagainya.

Jemaat Laodikia ingin menjadi otonom, tidak lagi bergantung pada Kristus, dan enggan hidup di bawah firman dan bimbingan Roh-Nya.

Gereja adalah tubuh dan Yesus Kristus adalah kepala-Nya, biarlah Sang Kepala Gereja berotoritas penuh dalam kehidupan gereja.

Setiap orang Kristen bahkan gereja harus kembali membuka pintu hatinya supaya Yesus Kristus menguasai dan menjadi Tuan atas hidupnya.

Firman-Nya harus berkuasa penuh dalam setiap kehidupan orang percaya. (ab)

BIARKAN YESUS KRISTUS MENDUDUKI TAHTA HATI KITA

(6) Comments

  • Titus Tamoes August 18, 2020 @ 2:05 am

    Saya sudah baca🙏🙏🙏🙏
    Setiap orang Kristen bahkan gereja harus kembali membuka pintu hatinya supaya Yesus Kristus menguasai dan menjadi Tuan atas hidupnya🙏🙏🙏

  • Olen August 18, 2020 @ 2:05 am

    Sy sdh membaca

  • Bey Todu August 18, 2020 @ 2:22 am

    Saya sudah baca pak

  • Femilina Nazara August 18, 2020 @ 5:02 am

    Sudah sangat jelas di kitab Wahyu 3:14-22
    Bahwa jemaat Laodikia adalah jemaat yang suam-suam kuku yang artinya bahwa jemaat Laodikia keadaan yang tidak di terima di mata Tuhan. Bagi orang yang suam-suam kuku Tuhan Yesus mungkin pernah menjadi Tuhannya dan ia pernah mengakui Nya sebagai Tuhan dimasa lalu. Namun sekarang ini Ia bukan lagi Tuhannya, yang menjadi tuannya sekarang ini adalah dirinya sendiri.
    Untuk itu jangan lah kita sama seperti orang Laodikia yang tidak mengakui Tuhan dalam hidupnya.
    Marilah kita Tuhan sebagai Tuan di dalam hidup kita.

  • Sri seven August 19, 2020 @ 3:39 pm

    Belajar dari renungan hari ini, bahwa jangan seperti jemaat Laodikia yang dicap sebagai jemaat yang suam suam kuku. Jadi saya ditegur firman Tuhan untuk tidak setengah-setengah hati padaNya. Tubuh adalah gereja Tuhan yang harus diluruskan juga.

  • Yulika Priani lase September 5, 2020 @ 4:30 am

    Saya sudah membacanya Pak🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *