HAL YANG PALING PENTING

Sesama (1)

Renungan Harian, 29 April 2021

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada
padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku
tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku

1 Korintus 13:3

TUHAN adalah kasih sehingga bagian terpenting yang harus dipelajari adalah bagaimana mengasihi.

Belajar mengasihi tanpa mementingkan diri sendiri bukan pekerjaan mudah karena bertentangan dengan sifat kita yang mementingkan diri sendiri.

Oleh karena itu belajar mengasihi adalah proses seumur hidup. TUHAN
mendorong kita mengasihi semua orang, tetapi terutama kepada saudara seiman.

Dunia adalah tempat persiapan dan pelatihan untuk mengasihi karena hidup tanpa kasih benar-benar tidak berharga.

Hubungan kasih adalah kehidupan. Empat dari seluruh perintah TUHAN
berkaitan dengan hubungan kita dengan TUHAN, enam lainnya berkaitan dengan sesama kita.

Salah satu penghambat hubungan adalah kesibukan. Setiap orang yang menjalani kehidupan saling mengasihi harus sadar bahwa kasih berlangsung selamanya, Kasih meninggalkan warisan.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1 Korintus 13:13)

Kasih meninggalkan warisan, apa yang kita lakukan untuk orang lain merupakan pengaruh yang paling bertahan lama.

Saat kehidupan kita akan berakhir, kita tentunya berharap dikelilingi oleh
orang-orang yang kita kasihi dan dengan mereka yang memiliki hubungan dengan kita.

Dalam kekekalan setiap kita akan dinilai berdasarkan kasih kita. TUHAN menilai perbuatan berdasar cara kita mengasihi orang lain.

Yesus berkata, “…sesungguhnya, segala sesuatu yang kamu lakukan
untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Satu-satunya yang kita bawa dalam kekekalan adalah karakter kita.

Ketika kita bangun tidur berdoalah begini: Tuhan, apapun yang aku kerjakan hari ini, aku ingin memastikan menggunakan semua waktu untuk mengasihi-Mu dan mengasihi orang lain. Aku tidak akan menyia-nyiakan hari ini.

(Baca Juga: PENYEMBAHAN YANG MENYENANGKAN TUHAN)

Prioritas seseorang akan nampak dari berapa banyak waktu yang digunakan untuk itu.

Waktu adalah pemberian yang paling berharga untuk kita berikan kepada orang lain.

Karena inti kasih, bukan apa yang kita pikirkan atau kerjakan atau berikan kepada orang lain, namun seberapa banyak kita memberikan diri sendiri kepada orang lain tidak ada yang bisa menggantikannya.

Ini adalah perhatian yang terfokus. Kasih berpusat pada orang lain sehingga tidak mungkin kita mengasihi tapi tidak pernah memberi.

Kasih adalah memberi yaitu menyerahkan kesenangan, kenyamanan, sasaran, rasa aman, uang, tenaga atau waktu demi kebaikan orang lain.

Kapan waktu yang tepat untuk memberi? Karena kasih adalah hal yang prioritas dan terpenting.

Maka jangan menangguhkan untuk melakukannya, alkitab berkata, karena itu selagi masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang.

Gunakanlah setiap kesempatan yang kamu miliki untuk berbuat baik. Jadi nyatakanlah kasih itu sekarang karena kita tidak akan tahu berapa lama kita mendapat kesempatan ini.

Keadaan berubah, orang-orang meninggal, anak-anak bertumbuh. Kita tidak memiliki jaminan akan hari esok.

Suatu saat, dalam pengadilan terakhir, TUHAN akan bertanya tentang waktu yang kita gunakan selama di dunia ini.

Kehidupan paling baik dijalani dengan kasih. Waktu terbaik untuk mengasihi ialah sekarang. Kasih sangat penting dalam kehidupan.

Sumber Gambar:

  • https://bit.ly/3nuPzVm
  • https://bit.ly/3xy2muQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *