Direncanakan bagi Kesenangan TUHAN

Memuji

Renungan Harian, 21 April 2021

“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan
hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu;
dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

Wahyu 4:11

TUHAN adalah saksi yang tidak kelihatan saat kelahiran kita sekaligus memberikan kesenangan besar kepada-Nya.

TUHAN tidak perlu menciptakan kita, namun Beliau memilih menciptakan kita untuk kepentingan-Nya, kemuliaan-Nya, tujuan-Nya dan kesenangan-Nya.

Inilah tujuan pertama kita di dunia ini sekaligus mendandakan bahwa kita sangat berharga di mata TUHAN.

TUHAN memperlengkapi kita dengan panca indera dan emosi supaya kita bisa menikmati kehidupan ini, bukan hanya menjalaninya saja.

Menikmati kesenangan merupakan pemberian terbesar TUHAN kepada kita karena kita diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya.

Oleh karena itu, kita juga harus mendatangkan kesenangan bagi TUHAN dalam hidup ini.

Penyembahan adalah cara mendatangkan kesenangan bagi TUHAN. Segala tindakan yang mendatangkan kesenangan bagi-Nya merupakan penyembahan.

[Baca Juga: Diciptakan untuk Kekekalan]

Penyembahan merupakan gaya hidup yang harus kita miliki. TUHAN mendabakan penyembah-penyembah benar dalam roh dan kebenaran.

Penyembahan jauh lebih sekedar dari musik ataupun lagu dalam salah satu sesi ibadah.

Setiap bagian ibadah adalah penyembahan: Berdoa, membaca alkitab, menyanyi, mengaku dosa, diam, saat teduh, mendengarkan khotbah, mencatat, memberi persembahan, baptisan, perjamuan TUHAN bahkan juga menyambut penyembah-penyembah lain merupakan sebuah penyembahan kepada TUHAN.

Penyembahan kepada TUHAN bukanlah untuk kepentingan kita. Kita menyembah demi kepentingan TUHAN sehingga tujuannya adalah untuk mendatangkan kesenangan bagi TUHAN, bukan bagi diri sendiri.

Tujuan kita adalah mendatangkan kemuliaan dan kesenangan Pencipta kita. TUHAN mengeluh tentang penyembahan yang munafik dan setengah hati.

Penyembahan adalah kehidupan kita. Penyembahan bukan hanya dalam kebaktian di gereja, namun seluruh kehidupan kita baik di rumah, tempat kerja, bahkan di tempat tidur.

Pujian, syukur dan penyembahan kepada TUHAN seharusnya menjadi hal pertama yang harus dilakukan setelah kita membuka mata pada pagi hari dan aktivitas kita sebelum menutup mata pada malam hari.

Melakukan penyembahan harus dilakukan sepanjang hari kita sehingga sangat tepat jika rasul Paulus mengatakan apa pun juga
yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk
Tuhan dan bukan untuk manusia (kolose 3:23).

Hal ini berarti kita memiliki kesadaran akan kehadiran TUHAN bersama dengan kita.

Inti dari penyembahan yang sejati adalah jatuh cinta kepada Yesus
Kristus.

Sumber Gambar:

  • https://bit.ly/3drEkK5
  • https://bit.ly/3ajq97W


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *