DICIPTAKAN UNTUK MENJADI SERUPA DENGAN YESUS

Roh Kudus

Renungan Harian, Rabu, 05 Mei 2021

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Roma 8:29

Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, Kolose 1:15

Kita diciptakan untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus, inilah tujuan ketiga hidup kita.

Hak istimewa terbesar kita adalah ketika TUHAN menciptakan kita segambar dan serupa dengan-Nya.

Semua orang, tanpa terkecuali termasuk janin dalam kandungan, memiliki gambar diri TUHAN itu.

Namun gambar itu tidak lengkap karena dirusak oleh dosa. Seperti apakah gambar dan rupa TUHAN itu?

Seperti Yesus Kristus! Alkitab mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah gambaran yang tepat serupa dengan TUHAN, gambar dari TUHAN yang tidak kelihatan dan wujud sesungguhnya dari TUHAN.

Kita tidak akan pernah bisa menjadi TUHAN, atau bahkan dewa. Jika kita ingin menjadi TUHAN, maka itu adalah dusta dan cobaan dari iblis yang paling tua.

TUHAN tidak ingin kita menjadi Dia, namun Dia ingin agar kita menjadi bersifat seperti Dia.

Yakni mengambil nilai-nilai, sikap dan karakter-Nya dengan cara yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, (Efesus 4:22-23).

Sasaran utama TUHAN bagi kehidupan kita bukanlah kenyamanan, melainkan pengembangan karakter yaitu serupoa dengan Yesus Kristus.

Serupa dengan Yesus Kristus bukan berarti kehilangan kepribadian atau menjadi robot.

Serupa dengan Kristus berarti merubah karakter kita, bukan kepribadian kita.

Jenis karakter yang perlu dikembangkan digambarkan dalam ucapan bahagia Yesus (Matius 5:1-12), buah Roh (Galatia 5:23-25), ajaran tentang kasih (1 Korintus 13) dan tulisan Petrus tentang karakteristik kehidupan yang efektif dan produktif (2 Petrus 1:5-8).

Kesulitan dalam menyerupai Yesus Kristus terjadi karena mengandalkan kekuatan sendiri.

Alkitab mengatakan bahwa kita harus mengandalkan kekuatan Roh Kudus.

Hanya Roh Kudus yang mampu membuat perubahan-perubahan yang ingin TUHAN buat dalam kehidupan kita.

Roh Kudus bekerja bukan hanya melalui manifestasi yang ajaib dan emosi yang kuat, tetapi lebih banyak bekerja dalam kehidupan kita dengan cara-cara yang tenang, tak terduka dan seringkali tidak kita sadari atau rasakan.

Keserupaan dengan Yesus Kristus tidak dihasilkan melalui tindakan peniruan, tetapi melalui penempatan sebagai tempat tinggal.

Roh Kudus berkuasa atas kita sehingga kita bisa memilih melakukan hal yang benar dalam berbagai situasi sehingga kita memiliki kuasa-Nya, kasih, iman dan hikmat untuk melakukannya.

Apa yang harus kita lakukan?

#Pertama, Kita harus bekerjasama dengan pekerjaan Roh Kudus.

Ketaatan adalah kunci untuk membuka kuasa TUHAN.

Bertindaklah lebih dahulu, jangan menunggu sampai kuat dan yakin, bergeraklah dalam kelemahan dalam melakukan tindakan yang benar.

Inilah cara kita bekerjasama dengan Roh Kudus sehingga karakter kita berkembang.

Efesus 4:22-23 menjelaskan mengenai 3 tanggungjawab kita untuk menjadi serupa dengan Yesus,

  • pertama, kita harus memutuskan cara-cara lama dalam bertindak.
  • Kedua, kita harus mengubah pola pikir kita.
  • Ketiga, kita harus mengenakan karakter Kristus dengan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang baru dan saleh, karena karakter adalah kumpulan dari kebiasaan-kebiasaan kita.

Kedua, TUHAN menggunkan firman-Nya, orang-orang dan keadaan-keadaan untuk membentuk kita.

Firman Tuhan memberikan kebenaran untuk bertumbuh, umat TUHAN memberikan dukungan untuk bertumbuh dan keadaan-keadaan memberikan lingkungan untuk bertumbuh.

Jika ketiga faktor itu kita lakukan, maka kita akan menjadi serupa dengan Yesus Kristus.

Kedewasaan rohani tidak bisa dicari sendirian dalam keadaan terisolasi namun kita harus berada disekeliling orang lain dan berhubungan dengan mereka.

Kedewasaan rohani yang sejati adalah belajar mengasihi seperti Yesus sehingga harus tetap terhubung dengan orang lain.

Pokok utama kekristenan adalah mengasihi TUHAN dan mengasihi sesama manusia.

#Ketiga, Menjadi seperti Yesus Kristus adalah proses pertumbuhan yang lama dan lambat.

Kedewasaan rohani bukan instan dan otomatis, tapi progresif dan bertahap yang berlangsung sepanjang sisa hidup kita.

Kita adalah sebuah karya yang sedang berjalan, karya apapun yang belum selesai berkaitan dengan karakter kita akan TUHAN selesaikan pada waktunya nanti.

TUHAN lebih tertarik membangun karakter kita dibanding apapun juga.

Karier dan pekerjaan kita kan menjadi kehendak TUHAN ketika kita melakukannya dengan sikap melakukannya seperti untuk Kristus.

TUHAN jauh lebih tertarik dengan karakter kita dibandingkan dengan karier kita.

Kita harus membuat keputusan yang melawan budaya untuk fokus pada soal menjadi serupa dengan Yesus.

Jika tidak, kekuatan-kekuatan lain seperti rekan kerja, keluarga, orang tua, budaya dan teman-teman membentuk kita menjadi gambar mereka.

Yesus Kristus sudah mati bagi kita bukan supaya kita bisa menjalani kehidupan dengan enak dan tenang.

Tujuan-Nya jauh lebih besar dan dalam dari itu semua. TUHAN ingin kita serupa dengan Diri-Nya sendiri sebelum Dia membawa kita ke sorga.

Inilah hak istimewa terbesar kita, tanggungjawab langsung kita dan tujuan akhir kita.

Oleh karena itu teruslah minta kuasa Roh Kudus untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus.

(Rick Waren- Dari Buku: Purpose Driven Life)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *