BILUR YANG BERDARAH

Berkuasa Atas Kematian

Renungan Harian, 8 Mei 2021

“Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati.”

Amsal 20:28-30 (TB)

Sebagian orang perlu ditegur dengan keras. Ada anak begitu keras kepala sehingga orangtua mereka tidak bisa membuat mereka menjadi baik tanpa memberikan hukuman yang keras.

Sebagian penjahat harus merasakan ketatnya hukum dan keadilan masyarakat. Cara-cara yang lembut kadang tidak berhasil dengan mereka.

Mereka harus dipukul sampai babak belur. Dan Tuhan yang bijaksana sudah tahu bahwa anak-anak-Nya sendiri terkadang perlu merasakan penderitaan-penderitaan yang amat perih.

Manusia sering kali begitu keras. Dan karena kerasnya karakter manusia, banyak atau tebalnya kejahatan dan dosa manusia sehingga pukulan dan cambukan atau hukuman yang diterimanya belum cukup untuk menjadikan mereka bersih.

Tetapi syukur kepada Kristus, Dia telah menanggung akibat segala kekerasn, pelanggaran, kedegilan dan dosa manusia dengan menjadikan diriNya menjadi terhukum.

Sehingga Dia harus dicambuk, dipukul sampai bilur-bilurnya berdarah.

Hal itu dilakukanNya karena ketidak mungkinan hukuman yg berat, dera yang kejam cukup untuk membawa manusia pada posisi bersih, Kudus dan layak untuk dibenarkan, dan membebaskannya dari hukuman kekal.

Dan Kristus telah menjadi terhukum menggantikan kita semua, sampai bilur-bilurNya berdarah, supaya kita semua yang jahat, kotor, degil, dan berdosa, kemudian percaya kepadaNya dibersihkan oleh bilur-bilurnya yg berdarah.

Maka genaplah yang dikatakan nabi Yesaya dalam Yesaya 53:5
“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Selamat berakhir pekan, selamat bersyukur karena ada bilur-bilur yang berdarah yang telah menyucikan kita semua.

(Maria Titik Windarsih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *